Monday, December 29, 2014

Tugas 3 Kelompok Etika Bisnis

Posted by Amalia's at 12:57 PM 0 comments
PROPOSAL BISNIS

BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang. Sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapat dari situ. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri jam kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka dunia usaha dan industri juga mengalami perkembangan yang semakin pesat, terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun makro dengan beragam usaha dan pasti akan menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan di usaha tersebut. Salah satu bisnis dalam bidang jasa yang saat ini sedang berkembang adalah waroeng coffee.
Bisnis tersebut dapat berupa:
1.      Coffee
2.      Waffle
3.      Pancake
Berangkat dari pemikiran tersebut maka berencana untuk membuka sebuah usaha WAROENG COFFEE di dalam rumah dengan mengedepankan kenyamanan layaknya berada di rumah dengan didukung fasilitias lainnya sehingga lebih menarik.
B.   Maksud dan Tujuan
1.      Maksud Maksud dari proposal ini adalah untuk memberikan gambaran umum dari usaha yang akan dikelola, serta membuka peluang bagi investor yang akan menanamkan modal dalam usaha ini.
2.      Tujuan Adapun tujuan dari usaha ini yaitu :
a) Tujuan sosial : ·    
  Menciptakan lapangan kerja ·    
  Turut serta dalam program ekonomi mandiri dalam bidang UKM ·     
b) Tujuan Komersial : ·     
 Mendapatkan profit baik kami sebagai pengelola dan juga anda sebagai owner\
BAB 2
ASPEK UMUM DAN ORGANISASI\
A.     Nama Unit Usaha Unit usaha ini diberi nama “WAROENG COFFEE” dimana café merupakan sarana utama untuk mendapatkan sarana internet atau sering disebut warung internet yang nyaman serasa berada di rumah sendiri. Sebagai pendukung kenyamanan, meyediakan fasilitas pendingin ruangan, wifi, sofa, dan menyediakan beberapa menu makanan atau minuman layaknya sebuah cafe. Tentu kedepannya akan dipikirkan penambahan-penambahan fasilitas demi kenyamanan pelanggan, seperti TV plasma.
Nama organisasi               : WAROENG COFFEE         
Jenis organisasi                 : PERDAGANGAN DAN JASA
Pemilik                             : USAHA BERSAMA
B.     Organisasi Struktur organisasi
WAROENG COFFEE”
C.     Job Description
Pemegang Saham                                     : Mengawasi Komisaris dan Direksi
dalam mengelola usaha “Waroeng Coffee” dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan modal perusahaan.
Dewan Direksi                                         : Mengelola, mengawasi dan
bertanggung jawab terhadap  perkembangan usaha “Waroeng Coffee”.
Penanggung Jawab Operasional Café      : Bertanggung jawab mengawasi
pertumbuhan café dan maintence segala
kebutuhan café.
General Affair                                          : Mengelola system manajemen yang
berkaitan SDM,  Keuangan, pemasaran
dan produksi serta menjaga hubungan
baik dengan pelanggan dan supplier.
Pegawai Lainnya                                      : Melakukan pekerjaan berdasarkan
sistem operasional. 
D.   Personalia Kebutuhan tenaga kerja pada “Waroeng Coffee” adalah sebagai berikut:
1.   Direksi                        : 1 orang
2.   Koki                           : 1 orang
3.   Pelayan                       : 3 orang
4.   General Affair            : 1 orang
 “Waroeng Coffee”  berusaha untuk melayani pelanggan sebaik-baiknya dengan mempekerjakan 6 orang karyawan. Pada saat jam-jam sibuk seperti pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu “Waroeng COffee”  akan mempekerjakan karyawan honorer untuk membantu operasional.
E.   Tingkat Balas Jasa Tingkat balas jasa berupa Gaji, uang makan harian, bonus prestasi dan bingkisan THR.       

  

BAB 3 ASPEK PEMASARAN
 A.   Segmentasi, Targeting dan Positioning
 1.      Segmentasi Yang menjadi segmentasi dari “Waroeng Coffee” adalah seluruh lapisan masyarakat, dalam hal ini yaitu lapisan bawah, menengah dan atas.
 2.      Targeting Yang menjadi target dari “Waroeng Coffee” adalah seluruh lapisan masyarakat, dalam hal ini yaitu anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, pelajar, mahasiswa, karyawan, dan lain lain.
 3.      Positioning Yang menjadi point utama positioning yaitu ingin memposisikan dan menciptakan image atau citra “Waroeng Coffee” dibenak konsumen sebagai kafe ternyaman dan berkualitas dengan harga yang pas.
                                        
B.        Analisa S.W.O.T
Setiap usaha yang akan dibuka, kita harus menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya melalui analisis S.W.O.T
1.           Strength (Kekuatan) Kami sebagai pengelola kafe akan memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik untuk konsumen/pengguna “Waroeng Coffee”. Disamping itu Kekuatan dari  lainnya adalah :
·         Segmentasi dan Targeting mencakup seluruh lapisan masyarakat. · 
·         Interior dan Eksterior dirancang secara khusus untuk kenyamanan dan ketertarikan konsumen sehingga konsumen betah main berjam-jam dan ingin segera kembali lagi. ·   
·         Akses internet sangat cepat menggunakan Telkom speedy unlimited.
·         Parkir luas baik untuk mobil ataupun motor, free/gratis dan aman. 
2.           Weakness (Kelemahan)
Kami sebagai pengelola “Waroeng Coffee”  akan meminimalkan segala kelemahan yang akan muncul dan kedepannya kita akan mentiadakan kelemahan tersebut. Kelemahan yang mungkin akan muncul yaitu ;
·         Dibulan awal “Waroeng Coffee ini hanya buka dari jam 09:00 pagi sampai 10:00 malam.
3.           Opportunity (Peluang)
Mengingat adanya peluang yang sangat besar dalam usaha “Waroeng Coffee” ini, dan hanya kurang dari 1 tahun Owner/pemilik akan merasakan balik modal dan ditahun berikutnya owner hanya akan menerima hasil, maka kami sebagai penggelola ingin anda tidak menyia-nyiakan dan mengambil peluang kerja sama ini.
4.           Threath (Ancaman) Ancaman disini yaitu para competitor/pesaing dalam usaha “Waroeng Coffee” yang sudah berdiri lama dan harga lebih murah.                                                          
C.      Analisa 4P
Selain menganalisa S.W.O.T diatas, kita juga harus menganalisa 4P yaitu Product, Price, Promotion dan Place
 1.      Product (Produk) Produk kita adalah menyediakan wi-fi gratis bagi pelanggan agar bisa berinternet ria. Tidak hanya disitu, ”Waroeng Coffee” juga menyediakan makanan ringan layaknya sebuah cafe.
2.     Price (Harga) range harga di kafe kami berkisar antara  Rp.20.000-Rp.50.000
3.      Promotion (Promosi) Agar ”Waroeng Coffee” ini dapat dikenali dan menarik pengunjung, caranya kita melakukan promosi : ·     
 -    Memasang reklame/spanduk/baligo didepan ”Waroeng Coffee”.
-          Menempelkan brosur yang menarik dilingkungan sekitar.
-          Memasang iklan diwebsite/blog diinternet.
-          Serta penawaran menarik lainnya yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi
4.      Place (Tempat)                                                                            
Lokasi operasional usaha ”Waroeng Coffee” yang tepat dan memenuhi syarat yaitu yang dekat dengan kawasan pendidikan, baik itu perguruan tinggi, sekolah menengah umum ataupun sekolah menengah pertama dan juga berada di pusat keramaian seperti dekat mall atau pemukiman penduduk.


BAB 4 ASPEK TEKNIS OPERASI
 A.   Rencana Pengoperasian Usaha
1.     Proses Operasi Usaha Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.
 2.      Kebutuhan bahan operasi Kebutuhan bahan makanan dan minumann dikelola oleh masing masing departemen dan nantinya dikoordinasikan dengan pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dan kegiatan pemasaran.
3.      Kegiatan perawatan Kegiatan perawatan kami menggunakan tenaga ahli sesuai dengan alat - alat yang kami gunakan. Misalnya perawatan AC, pendingin, grill dan alat – alat operasional lainnya. Perawatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.       
BAB 5 ASPEK KEUANGAN
A.   Kebutuhan Modal Untuk “WAROENG COFFEE
 1.      Investasi Investasi ini mencapai Rp 80.000.000,-
 2.      Rincian Penggunaan Dana                        
Pengeluaran Pra-Operasional:
·         Perbaikan dan renovasi                         : Rp 20.000.000
·         Peralatan                                             : Rp   6.000.000
·         Perabotan                                            : Rp  30.000.000
·         Perlengkapan                                       : Rp    7.000.000
·         Persediaan                                           : Rp   4.000.000
·         Iklan dan pemasaran                             : Rp    5.000.000




 Total (pengeluaran Pra-Operasional     : Rp  72.000.000            
Dana Operasi  :
·         Modal Kerja                                        : Rp    8.000.000
 Catatan: Modal kerja akan menjadi saldo kas awal saat restoran mulai beroperasi                   
 Total kebutuhan dana Investasi                     : Rp 80.000.000         
BAB 6 PENUTUP
A.    Kesimpulan Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha “Waroeng Coffee” mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Terlebih ketika ada dukungan dari beberapa kebijakan pemerintah yang mengarah pada UKM dan kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi melalui internet serta tingkat persaingan yang belum terlalu komptetitif, maka kondisi tersebut memberikan peluang yang baik untuk dibidik dijadikan peluang usaha. Peluang tersebut memberikan rasa optimis untuk menjalankan usaha ini.

             B.   Saran Dalam menjalankan usaha “Waroeng Coffee”, yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga stabilitas rasa masakan yang berkualitas, koneksi internet yang baik, kenyamanan dan mencari segmen yang tepat serta penentuan lokasi.
 

Amalia Trisnasari R Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos