Wednesday, January 4, 2012

Strategi Distribusi

Posted by Amalia's at 10:13 AM 0 comments


\Definisi Manajemen Saluran

Manajemen saluran adalah pengembangan strategi yang searah didasarkan pada bebagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik atau non fisik guna mencapai tujuan perusahaan dan berada dalam kondisi lingkungan tertentu adlah definisi menurut C.Glen Walters.

Tren yang Berdampak pada Manajemen Saluran

Tren yang semakin cepat dalam dunia pemasaran mengharuskan perusahaan untuk mampu bergerak bersama dengan perubahan tersebut sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. satu kegiatan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Alasan Menggunakan Perantara

Penggunaan perantara sebagian besar karena keunggulan efisiensi mereka dalam membuat barang tersedia secara luas dan mudah diperoleh pasar sasaran. Perantara pemasaran, dengan hubungan, pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka, biasanya menawarkan kepada perusahaan lebih
banyak daripada yang dapat mereka capai sendiri. Dari segi sistem ekonomi, peran dasar perantara pemasaran adalah mengubah persediaan yang bersifat heterogen menjadi berbagai macam barang yang ingin dibeli orang.

Keuntungan Menggunakan Perantara

Pada umumnya, alasan utama untuk menggunakan perantara adalah bahwa mereka ini dapat membantu meningkatkan efisiensi distribusi. Penggunaan perantara mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:


1. Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. Produsen cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak. Ini dipandang lebih efisien.

2. Kegiatan distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah mempunyai pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan hanyalah di bidang distribusi.

3. Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu menyediakannya.


4. Perantara dapat membantu di bidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transpor sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen yang mencarinya.


5. Perantara dapat membantu di bidang penyimpanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang dan fasilitas penyimpanan lainnya sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen dapat memenuhinya.


6. Perantara dapat membantu di bidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan pembelian tunai dari produsen.


7. Keuntungan lain yang dapat diharapkan oleh produsen dari perantara ini adalah:
   • Membantu dalam pencarian konsumen
   • Membantu dalam kegiatan pormosi
   • Membantu dalam penyediaan informasi
   • Membantu dalam pengepakan dan pembungkusan
   • Membantu dalam penyortiran

Perantara Pedagang 
1. Pedagang Besar / Distributor / Agen Tunggal
    Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung. Pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah / daerah tertentu dari produsen. Contoh dari agen tunggal adalah seperti ATPM atau singkatan dari agen tunggal pemegang merek untuk produk mobil. 
2. Pedagang Menengah / Agen / Grosir
    Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. Contoh seperti pedagang grosir beras di pasar induk kramat jati.


3. Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel
    Pengecer adalah pedangan yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. Contoh pedangang eceran seperti alfa mini market dan indomaret.
4. Importir / Pengimpor
    Importir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari luar negeri ke negaranya. Contoh seperti import jeruk lokam dari Cina ke Indonesia.

5. Eksportir / Pengekspor
    Exportir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain. Contoh seperti ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri.
Beberapa Alternatif Distribusi

Beberapa alternative distribusi yang akan dibahas di sini didasarkan pada jenis barang dan sekmen pasarnya, yaitu:
• Barang konsumsi, ditujukan untuk pasar konsumen
• Barang industri ditujukan untuk sekmen pasar industri
Saluran Distribusi Barang Konsumen 
Adapun macam-macam saluran distribusi barang komsumsi adalah :
1. Produsen-konsumen
    Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan panjang sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen,tanpa menggunakan perantara.
2. Produsen-pengecer-konsumen
    Seperti halnya dengan jenis saluran yang pertama ( produsen-konsumen), saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung
3. Produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen
    Saluran distribusi semacam ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional.
4. Produsen-Agen-Pengecer-Konsumen
    Disini produsen memilih agen (agen penjualan atau agen pabrik) sebagai penyalur
5. Produsen-Agen-Pedagang besar-Pengecer-Konsumen
    Dalam saluran distribusi,prosusen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada took-toko lecil


Saluran Distribusi Barang Industrial

Adapun macam-macam saluran disribusi barang industrial adalah :
1. Produsen-Pemakai industri
    Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang palingpendek , dan disebut sebagai saluran distribusi langsung.
2. Produsen-distributor industri – pemakai industri
    Produsen barang-barang jenis perlengkapan operai dan acesori ackuipment kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya
3. Produsen-agen-pemakai industri
    Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.
4. Produsen – agen –distributor industri – pemakai industri
    Saluyran distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan unit penjualannya terlalau kecil untuk di jual secara langsung.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran

Banyak sekali cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mendistribusikan barang dan jasa kepada pembeli. Sebuah perusahaan mungkin didistribusikan barangnya secara langsung kepada konsumen jumlahnya cukup besar, sedangkan perusahaan lain mendistribusikan produknya dengan mempergunakan jasa perantara. Akan tetapi sering sekali cara-cara yang dipilih tidak memuaskan perusahaan.

Dalam hal ini banyak perusahaan yang mempergunakan beberapa kombinasi saluran distribusi utuk mencapai target yang berbeda. Sistem distribusi ini tidak hanya berbeda diantara perusahaan., tetapi juga sering berubah dari waktu ke waktu tergantung kepada situasi dan kondisi masing-masing perusahaan.

Suatu saluran distribusi yang dapat bekerja dengan baik pada saat perusahaan itu kecil, mungkin kurang efisien pada saat perusahaan bertambah besar.

Masalah pemilihan ini sangat penting sebab kesalahan dalam pemilihan saluran yang dipergunakan dapat memperlambat atau menghambat usapa penyaluran barang atau jasa yang dihasilkan telah sesuai dengan selera konsumen., tetapi jika saluran distribusi yang dipergunakan tidak mempunyai kemampuan, tidak mempunyai inisiatif dan kreatif secta kurang bertanggung jawab dalam menciptakan transaksi, maka usaha untuk penyaluran akan mengalami kelambatan dan kemacetan.

Oleh karena pengaruhnya sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi ini harus benar-benar dipertimbangkan. Dalam hal ini perusahaan atau produsen harus memperhatikan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan saluran distribusi. Petunjuk dalam pemilihan saluran distribusi sebagai berikut:
a. Sifat Barang
b. Sifat Pembayarannya
c. Biaya
d. Modal
e. Tingkat Keuntungan
f. Jumlah Setiap kali penjualan

Sumber:


Strategi Penetapan Harga

Posted by Amalia's at 10:06 AM 0 comments



Apakah yang dimaksud dengan harga?

Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi konsumen maupun bagi produsen) yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, rupee dan sebagainya).
Harga terbentuk dari kompetisi produk untuk memenuhi tujuan dua pihak : produsen dan konsumen.

Penetapan harga jual mempunyai beberapa sasaran diantaranya :
1.     * Mempertahankan pasar
2.     * Memaksimumkan pendapatan
3.     * Memaksimumkan keuntungan atau laba
4.     * Pertumbuhan penjualan yang maksimum
5.     * Penetapan harga peluncuran pasar
6.     * Kepemimpinan mutu produk


Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkatan harga

1.     1. Positioning jasa
Perusahaan mengatur letak jasa pada posisi yang baik dalam pemasaran
2.     2. Sasaran perusahaan
Tujuan tersebut bisa berupa maksimasi laba, mempertahankan kelangsunagn hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepamimpinan dalam hal kualitas, megatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawabsosial dan lain-lain.
3.     3. Tingkat persaingan
Posisi biaya-biaya (cost position) dan perilaku penentu harga (pricing bahavior) dari pesaing-pesaing merupakan eleman penting yang harus diperhatikan.
4.     4. Life Cycle Jasa
Suatu grafik yang mengganbarkan riwayat suatu jasa sejak diperkenalkan kepaar sampai dengan ditarik dari pasar.
5.     5. Elastisitas Pemasaran
Besarnya permintaan bervariasi pada bergbagi tingkat harga yang berbeda.
6.     6. Struktur Biaya
Factor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
7.    7.  Shared Resources
Suati factor yang memperhatikan sumber daya manusia yang ada.
8.     8. Prevailing Economic Condition
Suatu faktor yang memperhatikan kondisi ekonomi
9.     9. Service Capacity
Suatu faktor harga yang memperhatikan kapasitas layanan dari perusahaan


Faktor internal, meliputi:
1. Tujuan pemasaran (biaya, penguasaan pasar, dan usaha)
2. Strategi marketing-mix (aspek harga dan non harga)
3. Organisasi (struktur, skala, dan tipe)

Faktor eksternal, meliputi:
1. Elastisitas permintaan dan kondisi persaingan pasar
2. Harga pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga
3. Lingkungan eksternal yang lain, lingkungan mikro (pemasok, penyalur, asosiasi, dan masyarakat) maupun lingkungan makro (pemerintah, cadangan sumber daya, keadaan sosial, dsb).

Faktor Kunci yang Mempengaruhi Keputusan Harga

  • Biaya produksi 
  • Suplai persediaan 
  • Harga pesaing



Proses Penetapan Harga

Terutama untuk produk baru, penentuan harga perlu melalui prosedur beberapa langkah sebagai berikut:
1. Memilih tujuan dan orientasi harga
2. Memperkirakan permintaan produk dan perilakunya
3. Memperkirakan biaya dan perilakunya
4. Melakukan analisis perilaku pesaing
5. Menentukan strategi harga
6. Menyesuaikan harga akhir

Penentuan Harga Dasar dan Laba yang Diharapkan

Penentuan harga, meliputi:
1. Pendekatan supply dan demand

2. Pendekatan yang berorientasi pada biaya
3. Pendekatan pasar

Penentuan Laba yang diharapkan yaitu tergantung pada tinggi rendahnya strategi bank serta target marketnya.  

Penentuan Harga Dasar dalam Kondisi yang Tidak Pasti

Perusahaan-peusahaan melakukan penetapan harganya dengan berbagai cara. Contohnya terdapat pada perusahaan-perusahaan kecil

Sumber:
http://alivikry.blogspot.com/2011/12/strategi-penetapan-harga.html, dasar-dasar pemasaran, Dra. Muslichah Erma Widia, MM, dasar pemasaran, Teguh Budiarto


Daur Hidup Produk

Posted by Amalia's at 10:02 AM 0 comments
 

Peran Daur Hidup dalam Strategi Pemasaran

Daur hidup produk dapat memberikan indikasi tentang perkembangan suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Ukuran yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah tingkat penjualan produk, di samping juga tingkat keuntungan. Daur hidup produk yang dapat dilalui oleh suatu produk secara normal meliputi empat tahap, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

Atas dasar kondisi pada masing-masing tahap tersebut perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai. Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya.

Tahap Perkenalan 

Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi menurut Arman dkk (2006), manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yang terdapat dalam gambar yaitu:

1. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk. Mungkin contoh dalam dunia ATPM motor seperti Ducati.

2. Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman. Mungkin seperti market New Blade

4. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

Tahap Pertumbuhan 

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

Tahap Kedewasaan

Perusahaan tidak lagi mengadakan perbaikan pada produknya atau usaha untuk meningkatkan penjualan, maka volme penjualan kadang cenderung tetap bisa juga turun. Strategi yang dapat diambil :
a. Modifikasi Pasar yaitu perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya.
b. Modifikasi Produk yaitu modifikasi dengan cara mengubah sifat-sifat produk yang dapat menarik pembeli baru.
c. Modifikasi marketing mix yaitu modifikasi yang dilakukan manajer, mempertimbangkan untuk mengubah elemen-elemen marketing mix untuk mendorong penjualan.

Tahap Kemunduran

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
 
 Sumber:




Pengelolaan Produk dan Pengembangan Produk Baru

Posted by Amalia's at 9:11 AM 0 comments



Arti produksi
segala sesuatu yg dapat di tawarkan kepada pasar untuk di perhatikan di miliki, di gunakan / di konsumsi sehingga memuaskan keinginan atau kebutuhan  


Produksi bagi Konsumen
Produk – produk  yang di konsumsi untuk kepentingan konsumen (akhir) dan keluarganya sendiri .


Konsep barang dan jasa dalam pemasaran
Konsep barang dan jasa dalam pemasaran tidak akan lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Inilah langka-langkah yang harus di lakukan dalam membuat konsep barang dan jasa


Pendekatan dalam Meneliti Perilaku Konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam peneliti perilaku konsumen :
1.    Pendekatan interperatif 
2.    Pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif
3.    Sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dastatistika

Strategi pemasaran produk konsumen dan produk industrial
Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.


Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.    Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2.    Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Produk Baru
Pengertian produk baru adalah produk yang benar benar baru masuk ke pasar (new chemical entity) dan produk tiruan atau jiplakan (me too).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLg3CsTK93gC4qbXRqfCiyLY5CRCjns5XT4cPaVZbxjQ7HzmyFOhyphenhyphenc8pc31TpH6p41NBLJcLbOfgoSyAK_EWPvl8IQorFGIc3pMHJt1hYJJv-6-UI2W1TuUQd_B8Mg6-iv8OEgCFIj61Du/s320/MN.png

Perkembangan produk baru di awali dengan :
·   SCREANING OF IDE, yaitu  pengumpulan ide untuk menetapkan produk baru. Tahap ini merupakan pemilihan sejumlah id dari berbagai sumber. Sumber informasi atau ide dapat berasal dari manajer perusahaan, pesaing, para ahli termasuk konsultan, para penyalur, langganan atau lembaga lain.
·   BUSINESS ANALYSIS (analisis bisnis), merupakan analis dalam melihat prospek bisnis dalam upaya menerangkan upaya bisnis. Masing-masing ide perlu dianalisis dari segi bisnis untuk mengetahui sampai seberapa jauh kemampuan ide tersebut dalam menghasilkan laba.
·   TECHNICAL DEVELOPMENT (teknik pergembangan bisnis), suatu upaya menjalankan bisnis yang sudah di rancang agar sesuai dgn harapan.
·   TEST MARKETING OR OTHER RESEARCH (test cara penelitian penjualan),untuk melihat pasar-pasar produk baru dan melihat bagaimana  respon masyarakat atas produk baru tersebut. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pengembangan, tahap ini dapat dikatakan tahap pengujian yang diantarannya pengujian tentang konsep produk, pengujian terhadap kesukaan konsumen, penilaian laboratories, tes penggunaannya, dan operasi pabrik percontohan. Rangkaian pengembangan produk baru ini  berakhir pada tahap komersialisasi, semua fasilitas sudah disediakan sedemikian rupa, baik fasilitas produk maupun pemasarannya. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan baik.
Pengelolaan  kegiatan pengembangan produk ini  bukanlah tugas yang mudah apalagi bagi perusahaan yang telah berhasil dengan produk barunya. Masalah-masalah yang sering dihadapi banyak bersangkut-paut dengan tanggung jawab, komunikasi, dan koordinasi hubungan kerja diantara berbagai departemen dalam perusahaan. Agar pengembangan produk dapat efektif maka kegiatan produksi, pemasaran dan penelitian  harus saling bekerja sama meskipun mempunyai tujuan yang berbeda.

http://indradwisaputra98.blogspot.com/search/label/dasar%20pemasaran



Perilaku Konsumen

Posted by Amalia's at 9:02 AM 0 comments

Perilaku Konsumen


Berbagai Faktor yang Memperbaiki Keputusan Beli
  • Kebudayaan 
  • Status sosial
  • Kelompok referensi kecil 

Struktur Keputusan Beli 
  • Keputusan tentang jenis produk
  • Keputusan tentang bentuk produk
  • Keputusan tentang merk
  • Keputusan tentang penjualannya 
  • Keputusan tentang jumlah produk 

Tahap-tahap dalam Proses Pembelian 

  • Menganalisa kebutuhan dan keinginan
  • Pencarian informasi dan penilain sumber-sumber
  • Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian 
  • Keputusan untuk membeli
  • Perilaku setelah pembelian

Berbagai Macam Situasi Pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 

  • Perilaku Responsi Rutin
         Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang  berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.

  • Penyesalan Masalah Terbatas
          Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli.     

  • Penyelesaian Masalah Ekstensi
        Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya

Proses Keputusan Beli Industrial    

  • Keputusan yang kompleks
  • Pembelian formal
  • Membangun hubungan jangka panjang
  • Adanya aspek intra organisasi, inter organisasi dan hubungan internasional

Pendekatan Dalam Keputusan Beli Industrial
  • Tingkat wewenang bagian pembelian
  • Struktur wewenang
  • Kebijakan pembelian 
  • Kriteria pembelian 


 

Amalia Trisnasari R Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos